Jumat, 30 Maret 2012

korek dan pom bensin

aku farah. tiada bernama *bahasa hikayat*
bukan siapa2. aku punya saudara. yeye. pada tau kan? ya itu. umma, mams, aku, ney, rara, fira, citra. berapa? tujuh. yak. tujuh. aku paling tua diantara mereka. aku paling manja diantara mereka. aku paling kekanak kanakan diantara mereka. dan akuu.. paling suka main api. kalau kata ney, ibarat main korek. tapi main koreknya di pom bensin. kenapa? mari kita rekap ulang.
sebelumnya, buanyak banget korek yg telah kumainkan, di pom bensin.
masalah umma. entah pas itu kenapa ya. tapi aku jadi tertarik bermain korek. di pom bensinnya umma.
terus lagi. masalah galih. pas mau putus. emang aku nggak nyalain koreknya. korek itu tenang-tenang kesimpen di daleeeeeeeeem. eh. tau tau tanganku ngambil koreknya, nyalain api pelan2. ta' lempar ke pom bensinnya galih. kebayang? boom! hancur. dan yg hancur, jika ingin dibenahi, akan butuh waktu yaaaaaaaaang laaamaaaaaaaaaa.
masalah igo. ini lebih parah satu level dari masalah2 tadi. ini dengan sengaja aku mainin koreknya. tapi api belum nyala di ujung korek itu. tiba2.. ada orang yg membantuku menyalakannya. dia menyalakannya diam2. aku tak melindungi korekku. menyala. dan orang itu berhasil menguasai korekku. dibantunya lah aku melempar korek itu di pom bensinnya igo. apa yg terjadi? boom! (lagi) semua selamat. kecuali aku. orang yg membantuku tadi pergi sendiri menyelamatkan diri. igo? dia terluka. entah ringan entah berat. tapi yg jelas. aku juga terluka.
korek yg ini. lebih bermasalah. kenapa? aku menyimpan korek ini dalam keadaan menyala dalam waktu yg sangat lama. saat putung korek mulai habis, aku melemparnya ke pom bensin saudaraku sendiri. dan lupa. korek ini masih menyalakan apinya. how stupid I am.
korek2 ini punya arti. bukan sembarang korek yg kulempar. aku ada maksud. mian. lanjut di postingan berikutnya ya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar